Bandar Udara itu baru berusia 5 tahun, ia baru diresmikan pada tahun 2005 oleh Presiden RI. Bandar Udara tersebut adalah sisa peninggalan Jepang yang telah puluhan tahun tidak digunakan. Rentang waktu sejak 2005, dengan segenap kemampuan yang dimiliknya, akhirnya Bandar Udara itu kini telah siap untuk melayani Penerbangan Pesawat berbadan lebar sekelas F-100 dan B-737 seri 300, sungguh suatu pencapaian yang luar biasa mengingat usia pengembangannya baru 5 tahun. Mudah-mudahan Pemerintah dan Masyarakat tetap mendukung pengembangan Bandara ini, karena diantara Bandara lain, Bandara ini adalah yang terpesat pengembangannya. Bandara itu adalah Bandara Silangit yang terletak di Siborongborong, sebuah kota kecil di Tapanuli. Anak Bayi itu kini sudah mulai bisa berlari ...
JOAN JOAN GERALD
Jumat, 10 September 2010
Anak Bayi itu sudah mulai berlari
Bandar Udara itu baru berusia 5 tahun, ia baru diresmikan pada tahun 2005 oleh Presiden RI. Bandar Udara tersebut adalah sisa peninggalan Jepang yang telah puluhan tahun tidak digunakan. Rentang waktu sejak 2005, dengan segenap kemampuan yang dimiliknya, akhirnya Bandar Udara itu kini telah siap untuk melayani Penerbangan Pesawat berbadan lebar sekelas F-100 dan B-737 seri 300, sungguh suatu pencapaian yang luar biasa mengingat usia pengembangannya baru 5 tahun. Mudah-mudahan Pemerintah dan Masyarakat tetap mendukung pengembangan Bandara ini, karena diantara Bandara lain, Bandara ini adalah yang terpesat pengembangannya. Bandara itu adalah Bandara Silangit yang terletak di Siborongborong, sebuah kota kecil di Tapanuli. Anak Bayi itu kini sudah mulai bisa berlari ...
Rabu, 09 Juni 2010
Reuni Para Senior
Selasa, 18 Mei 2010
Orang Indonesia di belakang LIN DAN
Salah satu orang penting di balik keberhasilan China menguasai bulu tangkis dunia adalah Tong Sin Fu alias Tang Xianhu. Pelatih kelahiran Lampung itu pernah memoles generasi emas bulu tangkis Indonesia. Dia terpaksa kembali ke China karena permohonannya menjadi WNI (warga negara Indonesia) ditolak.
========================================================
PRIA renta itu hampir selalu berada di tepi lapangan setiap kali Lin Dan tampil pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009. Kepalanya terbungkus topi dan sebuah tas diselempangkan di pundak. Lin Dan, pebulutangkis tunggal pria andalan China, selalu menoleh ke arah pria itu setiap kali lawan berhasil menerobos pertahanannya. Menunggu instruksi.
Lin Dan, yang sejatinya hanya diunggulkan di peringkat kelima, akhirnya berhasil menjadi juara dunia di Gachibowli Indoor Stadium, Hyderabad, 16 Agustus 2009 lalu. Keberhasilannya, antara lain, berkat instruksi pria tua yang tak lain adalah Tong Sin Fu, pelatih tim nasional (timnas) China.
Itu adalah gelar juara dunia ketiga bagi pemain berjuluk Super Dan tersebut, setelah memenanginya pada 2006 dan 2007. Di partai final, Tong tak tampak di pinggir lapangan lagi. Alasannya, mungkin, partai tersebut mempertemukan sesama pemain China, Lin Dan vs Chen Jin.
Tong adalah sosok yang sangat berjasa bagi kemajuan bulu tangkis di negeri terpadat di dunia itu. Sentuhan magisnya membuat China kembali menjadi raksasa bulu tangkis di era modern ini. Para pemain China, dalam beberapa tahun terakhir, memang bermain dengan kemampuan jauh di atas pemain mana pun. Tak heran, pada kejuaraan di India itu timnas China hanya kehilangan gelar ganda campuran. Empat nomor lain dikuasai pemain China. Bahkan, tiga partai final berlangsung antarpemain China.
Sebaliknya, Indonesia terpuruk. Nova Widianto/Liliyana Natsir, satu-satunya wakil di final kerjuaraan itu, dikalahkan duet Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl.
Melatih pemain China, kata Tong, tidak terlalu susah. Sebab, mereka sangat berbakat. "Di China, para pemandu bakat telah menyediakan pemain-pemain bagus. Kami, para pelatih, tinggal memoles," katanya dengan bahasa Indonesia yang masih fasih.
Tong memang lahir dan besar di Indonesia. Tepatnya di Teluk Betung, Lampung, 13 Maret 1942. "Di China, nama saya sering disebut Tang Xianhu atau Tang Hsien Hu, bergantung dialek daerah masing-masing. Tapi, orang tua saya memberi nama Tong Sin Fu," paparnya kala ditemui di sela Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009. Ketika masih menangani timnas Indonesia, dia punya nama Fuad Nurhadi.
Tak kurang dari tiga puluh tahun dia menjadi pelatih bulu tangkis. Kepelatihannya berawal pada akhir 1979, saat dia mulai gantung raket. Selama enam tahun Tong memoles para pemain wanita China. Di antaranya Li Lingwei dan Han Aiping. Dua pebulu tangkis andalan China di era 1980-an.
Kemudian pada 1986 Tong melatih di Indonesia. Awalnya, dia tidak menangani pemain Pelatnas Cipayung. Dia melatih di klub Pelita Jaya milik Aburizal Bakrie. Ketika itu dia dikontrak USD 750 per bulan. Setelah itu Tong ditarik untuk menangani pebulu tangkis yang ditempa di Pelatnas Cipayung.
Ketika itu sejumlah pemain legendaris nasional masih di pelatnas. Seperti Liem Swie King di masa-masa akhirnya, Icuk Sugiarto, dan Hastomo Arbi. Kemudian, dia ikut membidani lahirnya para pemain generasi emas, seperti Alan Budikusuma, Ardi B. Wiranata, dan Hariyanto Arbi.
Bahkan, Tong mengantarkan Alan meraih medali emas bulu tangkis di Olimpiade Barcelona 1992. Waktu itu Susi Susanti juga berhasil meraih emas sehingga dijuluki pengantin emas. "Para pemain Indonesia saat itu memang berbeda dengan yang ada sekarang," katanya.
"Secara kualitas mereka lebih baik. Selain itu, saya lihat mereka punya semangat dan kemauan keras untuk menjadi juara," lanjut pria 68 tahun itu. "Filosofi saya sebagai pelatih adalah bukan pelatih yang harus pandai, melainkan pemain sendiri. Tugas pelatih hanya membantu," sambungnya. Pemain terakhir Indonesia yang ditangani adalah Hendrawan yang juga sempat menyabet juara dunia.
Pada 1998 dia memutuskan kembali ke China setelah permohonannya menjadi warga negara Indonesia (WNI) ditolak. "Kenapa itu (penolakan menjadi WNI, Red) diungkit-ungkit lagi. Itu sudah cerita lama," kata pria yang kini menetap di Fuzhou tersebut. "Waktu itu saya sudah berusaha mati-matian untuk menjadi WNI, tapi tetap tidak dikabulkan. Apa mau dikata," katanya.
Dia hanya terdiam ketika ditanya apakah masih ingin menjadi WNI. "Saya cukup bahagia dengan posisi saya saat ini. Kalau toh bisa menjadi WNI, sekarang usia saya sudah lanjut," kata suami Li Qing itu, sembari sesekali membenarkan letak topinya.
Meski begitu, dia belum tahu kapan akan pensiun sebagai pelatih. "Saya menikmati peran saya sekarang. Selama saya masih kuat, saya akan terus melatih. Sebab, di usia ini kalau tidak ada kegiatan, malah tidak enak," paparnya.
Di China, Tong tak langsung melatih tim nasional, melainkan menjadi pelatih tim bulu tangkis Provinsi Fujian. Tak lama kemudian, dia melatih timnas Negeri Panda itu. Pada Olimpiade Sydney 2000, dia harus melihat anak didiknya, Xia Xuanze, menyerah di tangan Hendrawan yang pernah dilatihnya.
Namun, Hendrawan hanya meraih perak di Olimpiade itu setelah di final dikalahkan Ji Xinpeng, pemain lain China. Salah satu keberhasilan Hendrawan saat itu berkat arahan Tong Sin Fu. Sebaliknya, keberhasilan Ji Xinpeng mengalahkan Hendrawan "yang kini melatih tim Malaysia" juga berkat sentuhan Tong Sin Fu.
Setelah itu Tong ikut membidani lahirnya para pebulu tangkis andalan China saat ini. Misalnya, Lin Dan, Chen Jin, Bao Chunlai, dan ganda pria Cai Yun/Fu Haifeng. Nama-nama inilah yang beberapa tahun terakhir mendominasi peta persaingan bulu tangkis dunia. Bahkan, selain mengantarkan Lin Dan hat-trick juara dunia, dia berhasil mengantar Super Dan meraih medali emas Olimpiade Beijing tahun lalu.
Tong merupakan salah satu pemain junior Indonesia terbaik di era 1950-an. Pada 1960, dia pergi ke China bersama rekannya, Hou Chia Chang, asal Surabaya. "Saya meninggalkan Indonesia untuk melanjutkan studi sambil bermain bulu tangkis," tutur bapak dua anak itu.
Dia meninggalkan orang tua dan tiga saudaranya, yang saat itu tinggal di daerah Pejompongan, Jakarta.
Di China karir bulu tangkis Tong Sin Fu melesat. Hanya dalam lima tahun dia sudah menjadi juara nasional. Gelar itu dikuasai sampai 1975. Hou Chia Cang juga berhasil. Mereka berdua dijuluki Raksasa China karena keperkasaannya.
Sayang, ketika itu pemerintah China tak mengizinkan atlet-atletnya mengikuti turnamen di Eropa atau di negara-negara yang tak sepaham. Akibatnya, nama mereka berdua tidak begitu dikenal secara internasional. Tapi, pers Barat yang mengendus keberadaan mereka menganggapnya sebagai kekuatan tersembunyi. Tong hanya tampil di Ganefo (Games of The New Emerging Forces) 1963 dan 1966. Dia menjadi juara tunggal pria.
Pada 1976, ketika rezim komunis China mulai terbuka dan mengizinkan atlet-atletnya bermain di luar negeri, Tong dan Hou mulai menunjukkan kemampuan. Bahkan, di sebuah laga ekshibisi, Tong berhasil menggilas pemain terbaik Eropa saat itu, Erland Kops, dengan skor sangat telak, 15-0, 15-0. Oleh pers Barat, Tong dijuluki The Thing.
Ketika itu dominasi tunggal pria dunia di tangan Rudy Hartono yang berhasil menjuarai All-England delapan kali. Tapi, Tong maupun Hou tidak sempat ditarungkan dengan jagoan Indonesia itu.
Tong adalah contoh mutiara berharga yang disia-siakan.
========================================================
PRIA renta itu hampir selalu berada di tepi lapangan setiap kali Lin Dan tampil pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009. Kepalanya terbungkus topi dan sebuah tas diselempangkan di pundak. Lin Dan, pebulutangkis tunggal pria andalan China, selalu menoleh ke arah pria itu setiap kali lawan berhasil menerobos pertahanannya. Menunggu instruksi.
Lin Dan, yang sejatinya hanya diunggulkan di peringkat kelima, akhirnya berhasil menjadi juara dunia di Gachibowli Indoor Stadium, Hyderabad, 16 Agustus 2009 lalu. Keberhasilannya, antara lain, berkat instruksi pria tua yang tak lain adalah Tong Sin Fu, pelatih tim nasional (timnas) China.
Itu adalah gelar juara dunia ketiga bagi pemain berjuluk Super Dan tersebut, setelah memenanginya pada 2006 dan 2007. Di partai final, Tong tak tampak di pinggir lapangan lagi. Alasannya, mungkin, partai tersebut mempertemukan sesama pemain China, Lin Dan vs Chen Jin.
Tong adalah sosok yang sangat berjasa bagi kemajuan bulu tangkis di negeri terpadat di dunia itu. Sentuhan magisnya membuat China kembali menjadi raksasa bulu tangkis di era modern ini. Para pemain China, dalam beberapa tahun terakhir, memang bermain dengan kemampuan jauh di atas pemain mana pun. Tak heran, pada kejuaraan di India itu timnas China hanya kehilangan gelar ganda campuran. Empat nomor lain dikuasai pemain China. Bahkan, tiga partai final berlangsung antarpemain China.
Sebaliknya, Indonesia terpuruk. Nova Widianto/Liliyana Natsir, satu-satunya wakil di final kerjuaraan itu, dikalahkan duet Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl.
Melatih pemain China, kata Tong, tidak terlalu susah. Sebab, mereka sangat berbakat. "Di China, para pemandu bakat telah menyediakan pemain-pemain bagus. Kami, para pelatih, tinggal memoles," katanya dengan bahasa Indonesia yang masih fasih.
Tong memang lahir dan besar di Indonesia. Tepatnya di Teluk Betung, Lampung, 13 Maret 1942. "Di China, nama saya sering disebut Tang Xianhu atau Tang Hsien Hu, bergantung dialek daerah masing-masing. Tapi, orang tua saya memberi nama Tong Sin Fu," paparnya kala ditemui di sela Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009. Ketika masih menangani timnas Indonesia, dia punya nama Fuad Nurhadi.
Tak kurang dari tiga puluh tahun dia menjadi pelatih bulu tangkis. Kepelatihannya berawal pada akhir 1979, saat dia mulai gantung raket. Selama enam tahun Tong memoles para pemain wanita China. Di antaranya Li Lingwei dan Han Aiping. Dua pebulu tangkis andalan China di era 1980-an.
Kemudian pada 1986 Tong melatih di Indonesia. Awalnya, dia tidak menangani pemain Pelatnas Cipayung. Dia melatih di klub Pelita Jaya milik Aburizal Bakrie. Ketika itu dia dikontrak USD 750 per bulan. Setelah itu Tong ditarik untuk menangani pebulu tangkis yang ditempa di Pelatnas Cipayung.
Ketika itu sejumlah pemain legendaris nasional masih di pelatnas. Seperti Liem Swie King di masa-masa akhirnya, Icuk Sugiarto, dan Hastomo Arbi. Kemudian, dia ikut membidani lahirnya para pemain generasi emas, seperti Alan Budikusuma, Ardi B. Wiranata, dan Hariyanto Arbi.
Bahkan, Tong mengantarkan Alan meraih medali emas bulu tangkis di Olimpiade Barcelona 1992. Waktu itu Susi Susanti juga berhasil meraih emas sehingga dijuluki pengantin emas. "Para pemain Indonesia saat itu memang berbeda dengan yang ada sekarang," katanya.
"Secara kualitas mereka lebih baik. Selain itu, saya lihat mereka punya semangat dan kemauan keras untuk menjadi juara," lanjut pria 68 tahun itu. "Filosofi saya sebagai pelatih adalah bukan pelatih yang harus pandai, melainkan pemain sendiri. Tugas pelatih hanya membantu," sambungnya. Pemain terakhir Indonesia yang ditangani adalah Hendrawan yang juga sempat menyabet juara dunia.
Pada 1998 dia memutuskan kembali ke China setelah permohonannya menjadi warga negara Indonesia (WNI) ditolak. "Kenapa itu (penolakan menjadi WNI, Red) diungkit-ungkit lagi. Itu sudah cerita lama," kata pria yang kini menetap di Fuzhou tersebut. "Waktu itu saya sudah berusaha mati-matian untuk menjadi WNI, tapi tetap tidak dikabulkan. Apa mau dikata," katanya.
Dia hanya terdiam ketika ditanya apakah masih ingin menjadi WNI. "Saya cukup bahagia dengan posisi saya saat ini. Kalau toh bisa menjadi WNI, sekarang usia saya sudah lanjut," kata suami Li Qing itu, sembari sesekali membenarkan letak topinya.
Meski begitu, dia belum tahu kapan akan pensiun sebagai pelatih. "Saya menikmati peran saya sekarang. Selama saya masih kuat, saya akan terus melatih. Sebab, di usia ini kalau tidak ada kegiatan, malah tidak enak," paparnya.
Di China, Tong tak langsung melatih tim nasional, melainkan menjadi pelatih tim bulu tangkis Provinsi Fujian. Tak lama kemudian, dia melatih timnas Negeri Panda itu. Pada Olimpiade Sydney 2000, dia harus melihat anak didiknya, Xia Xuanze, menyerah di tangan Hendrawan yang pernah dilatihnya.
Namun, Hendrawan hanya meraih perak di Olimpiade itu setelah di final dikalahkan Ji Xinpeng, pemain lain China. Salah satu keberhasilan Hendrawan saat itu berkat arahan Tong Sin Fu. Sebaliknya, keberhasilan Ji Xinpeng mengalahkan Hendrawan "yang kini melatih tim Malaysia" juga berkat sentuhan Tong Sin Fu.
Setelah itu Tong ikut membidani lahirnya para pebulu tangkis andalan China saat ini. Misalnya, Lin Dan, Chen Jin, Bao Chunlai, dan ganda pria Cai Yun/Fu Haifeng. Nama-nama inilah yang beberapa tahun terakhir mendominasi peta persaingan bulu tangkis dunia. Bahkan, selain mengantarkan Lin Dan hat-trick juara dunia, dia berhasil mengantar Super Dan meraih medali emas Olimpiade Beijing tahun lalu.
Tong merupakan salah satu pemain junior Indonesia terbaik di era 1950-an. Pada 1960, dia pergi ke China bersama rekannya, Hou Chia Chang, asal Surabaya. "Saya meninggalkan Indonesia untuk melanjutkan studi sambil bermain bulu tangkis," tutur bapak dua anak itu.
Dia meninggalkan orang tua dan tiga saudaranya, yang saat itu tinggal di daerah Pejompongan, Jakarta.
Di China karir bulu tangkis Tong Sin Fu melesat. Hanya dalam lima tahun dia sudah menjadi juara nasional. Gelar itu dikuasai sampai 1975. Hou Chia Cang juga berhasil. Mereka berdua dijuluki Raksasa China karena keperkasaannya.
Sayang, ketika itu pemerintah China tak mengizinkan atlet-atletnya mengikuti turnamen di Eropa atau di negara-negara yang tak sepaham. Akibatnya, nama mereka berdua tidak begitu dikenal secara internasional. Tapi, pers Barat yang mengendus keberadaan mereka menganggapnya sebagai kekuatan tersembunyi. Tong hanya tampil di Ganefo (Games of The New Emerging Forces) 1963 dan 1966. Dia menjadi juara tunggal pria.
Pada 1976, ketika rezim komunis China mulai terbuka dan mengizinkan atlet-atletnya bermain di luar negeri, Tong dan Hou mulai menunjukkan kemampuan. Bahkan, di sebuah laga ekshibisi, Tong berhasil menggilas pemain terbaik Eropa saat itu, Erland Kops, dengan skor sangat telak, 15-0, 15-0. Oleh pers Barat, Tong dijuluki The Thing.
Ketika itu dominasi tunggal pria dunia di tangan Rudy Hartono yang berhasil menjuarai All-England delapan kali. Tapi, Tong maupun Hou tidak sempat ditarungkan dengan jagoan Indonesia itu.
Tong adalah contoh mutiara berharga yang disia-siakan.
Jumat, 14 Mei 2010
Petugas Sensus digigit Anjing
Jakarta - 2 Orang petugas sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Selatan melakukan sensus penduduk di perumahan mewah di kawasan Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tak dinyana, 7 anjing pun menggigit mereka hinga mengalami luka parah.
"2 Petugas digigit 7 anjing saat mendata," ujar Kepala BPS Jaksel Danang Satria saat dihubungi wartawan, Selasa (12/5/2010).
2 Orang petugas itu, Saifullah dan Ahmad Basuki langsung dilarikan ke klinik terdekat untuk diobati karena takut ada penyakit rabies akibat gigitan anjing. "Kondisinya panas dingin, luka di kaki langsung dibawa ke klinik," katanya.
Koordinator lapangan Sri Sunarsih menambahkan, saat ini pemilik rumah masih dimintai keterangan oleh Lurah Grogol Utara perihal kejadian ini. Sejak kejadian belum ada niat dari pemilik rumah untuk bertanggung jawab. "Saat ini pemilik rumah tidak bertanggung jawab," tandasnya.
"2 Petugas digigit 7 anjing saat mendata," ujar Kepala BPS Jaksel Danang Satria saat dihubungi wartawan, Selasa (12/5/2010).
2 Orang petugas itu, Saifullah dan Ahmad Basuki langsung dilarikan ke klinik terdekat untuk diobati karena takut ada penyakit rabies akibat gigitan anjing. "Kondisinya panas dingin, luka di kaki langsung dibawa ke klinik," katanya.
Koordinator lapangan Sri Sunarsih menambahkan, saat ini pemilik rumah masih dimintai keterangan oleh Lurah Grogol Utara perihal kejadian ini. Sejak kejadian belum ada niat dari pemilik rumah untuk bertanggung jawab. "Saat ini pemilik rumah tidak bertanggung jawab," tandasnya.
Seukur Cinta Untukmu ..
Wahai wajah yang selalu menemani tidur malamku,
mengapa percik darah di dadamu tidak pernah merendah?
Bila kututup mataku pada detik ini,
tahukah kau hanya senyummu yang bersemayam disana,
tahukah kau hanya tatapanmu yang terlihat disana,
tahukah kau hanya deru nafasmu yang terpeta disana?
Dikau pemilik cinta yang kuagungkan atas nama Tuhan,
titik demi titik garis hidupku adalah demimu dan raga kita,
rentang tangan yang kubentangkan adalah batas kepalku,
selebihnya adalah untukmu,
bila itu belum cukup,
masih tersedia dunia lain yang kutabur di benih alam cintaku.
Lihatlah bunga mawar di telinga kananmu,
setiap saat merekah,
adalah langkahku menggandeng tanganmu dalam pelukku,
itu simpul cintaku dalam kepayahanku mengurai rambutmu
Lihatlah kalung melati di lehermu,
tanda perjanjian hatiku,
adalah debar jantungku sepanjang umurku,
dalam tetes air mata yang kujatuhkan untuk menatapmu,
karena kesenduan jiwaku yang menunggu kesetiaanmu,
Duhai wajah yang selalu menemani malam hariku,
yakinlah,
cinta itu hanya untukmu,
hanya untukmu .....
mengapa percik darah di dadamu tidak pernah merendah?
Bila kututup mataku pada detik ini,
tahukah kau hanya senyummu yang bersemayam disana,
tahukah kau hanya tatapanmu yang terlihat disana,
tahukah kau hanya deru nafasmu yang terpeta disana?
Dikau pemilik cinta yang kuagungkan atas nama Tuhan,
titik demi titik garis hidupku adalah demimu dan raga kita,
rentang tangan yang kubentangkan adalah batas kepalku,
selebihnya adalah untukmu,
bila itu belum cukup,
masih tersedia dunia lain yang kutabur di benih alam cintaku.
Lihatlah bunga mawar di telinga kananmu,
setiap saat merekah,
adalah langkahku menggandeng tanganmu dalam pelukku,
itu simpul cintaku dalam kepayahanku mengurai rambutmu
Lihatlah kalung melati di lehermu,
tanda perjanjian hatiku,
adalah debar jantungku sepanjang umurku,
dalam tetes air mata yang kujatuhkan untuk menatapmu,
karena kesenduan jiwaku yang menunggu kesetiaanmu,
Duhai wajah yang selalu menemani malam hariku,
yakinlah,
cinta itu hanya untukmu,
hanya untukmu .....
Rabu, 05 Mei 2010
Serat Jangka Jayabaya - III
141. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
142. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
143. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana
144. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
145. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
146. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
147. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
148. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
149. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
150. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
151. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
152. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
153. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
154. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
155. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.
156. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
157. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
158. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
159. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
160. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
161. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
162. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
163. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.
164. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.
165. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
167. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
168. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
169. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
170. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
171. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
172. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
173. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
174. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
175. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
176. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
177. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
178. Agama ditantang---Agama ditantang.
179. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
180. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
182. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
183. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.
184. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
185. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
186. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
187. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
188. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
189. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
190. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
192. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
193. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
194. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
195. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
196. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
197. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
198. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
199. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
200. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
201. Buruh mangluh---Buruh menangis.
202. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
203. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
204. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
205. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
206. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
207. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
208. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
209. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.
210. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
211. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
212. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
213. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
214. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
215. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
216. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.
S E L E S A I
142. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
143. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana
144. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
145. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
146. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
147. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
148. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
149. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
150. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
151. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
152. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
153. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
154. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
155. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.
156. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
157. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
158. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
159. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
160. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
161. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
162. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
163. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.
164. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.
165. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
167. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
168. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
169. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
170. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
171. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
172. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
173. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
174. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
175. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
176. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
177. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
178. Agama ditantang---Agama ditantang.
179. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
180. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
182. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
183. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.
184. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
185. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
186. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
187. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
188. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
189. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
190. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
192. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
193. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
194. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
195. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
196. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
197. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
198. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
199. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
200. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
201. Buruh mangluh---Buruh menangis.
202. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
203. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
204. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
205. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
206. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
207. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
208. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
209. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.
210. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
211. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
212. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
213. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
214. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
215. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
216. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.
S E L E S A I
Serat Jangka Jayabaya - II
# Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
# Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
# Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
# Guru disatru---Guru dimusuhi.
# Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
# Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
# Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
# Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
# Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
# Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
# Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
# Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
# Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
# Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
# Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
# Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
# Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
# Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
# Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
# Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
# Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
# Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
# Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
# Akeh barang haram---Banyak barang haram.
# Akeh anak haram---Banyak anak haram.
# Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
# Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
# Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
# Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
# Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
# Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
# Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
# Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.
# Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.
# Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.
# Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.
# Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.
# Sing wedi mati---Yang takut mati.
# Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.
# Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih
# Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
# Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
# Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
# Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
# Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.
# Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.
# Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
# Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
# Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
# Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
# Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
# Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
# Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
# Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
# Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
# Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
# Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
# Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
# Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
# Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
# Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
# Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
# Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
# Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
# Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
# Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
# Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
# Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
# Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
Bersambung ............
# Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
# Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
# Guru disatru---Guru dimusuhi.
# Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
# Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
# Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
# Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
# Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
# Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
# Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
# Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
# Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
# Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
# Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
# Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
# Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
# Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
# Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
# Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
# Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
# Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
# Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
# Akeh barang haram---Banyak barang haram.
# Akeh anak haram---Banyak anak haram.
# Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
# Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
# Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
# Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
# Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
# Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
# Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
# Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.
# Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.
# Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.
# Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.
# Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.
# Sing wedi mati---Yang takut mati.
# Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.
# Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih
# Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
# Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
# Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
# Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
# Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.
# Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.
# Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
# Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
# Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
# Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
# Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
# Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
# Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
# Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
# Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
# Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
# Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
# Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
# Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
# Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
# Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
# Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
# Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
# Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
# Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
# Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
# Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
# Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
# Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
Bersambung ............
Serat Jangka Jayabaya - I
Ramalan Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kadiri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa yg dilestarikan secara turun temurun oleh para pujangga.Asal Usul utama serat jangka Jayabaya dapat dilihat pada kitab Musasar yg digubah oleh Sunan Giri Prapen. Sekalipun banyak keraguan keaslianya tapi sangat jelas bunyi bait pertama kitab Musasar yg menuliskan bahwasanya Jayabayalah yg membuat Ramalan-ramalan tersebut
"Kitab Musarar dibuat tatkala Prabu Jayabaya di Kediri yang gagah perkasa, Musuh takut dan takluk, tak ada yang berani."
Isi Ramalan Jayabaya :
# Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
# Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
# Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.
# Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.
# Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
# Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
# Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
# Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
# Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
# Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
# Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
# Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
# keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
# Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
# Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
# Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
# Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
# Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
# Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
# Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
# Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
# Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
# Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
# Nantang bapa--- Menantang ayah.
# Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
# Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
# Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
# Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
# Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
# Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
# Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
# Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
# Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
# Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
# Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.
# Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
# Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
# Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.
# Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.
# Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
# Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.
# Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan
# Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.
# Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
# Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan
# Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
# Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
# Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
# Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
# Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar istri/suami.
# Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
# Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
# Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
# Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
# Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
# Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
# Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
# Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
# Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
# Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
# Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
# Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
# Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
# Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
# Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
# Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
# Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
# Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
# Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.
# Akeh laknat--- Banyak kutukan
# Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
Bersambung ....
"Kitab Musarar dibuat tatkala Prabu Jayabaya di Kediri yang gagah perkasa, Musuh takut dan takluk, tak ada yang berani."
Isi Ramalan Jayabaya :
# Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
# Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
# Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.
# Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.
# Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
# Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
# Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
# Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
# Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
# Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
# Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
# Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
# keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
# Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
# Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
# Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
# Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
# Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
# Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
# Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
# Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
# Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
# Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
# Nantang bapa--- Menantang ayah.
# Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
# Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
# Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
# Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
# Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
# Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
# Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
# Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
# Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
# Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
# Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.
# Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
# Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
# Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.
# Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.
# Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
# Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.
# Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan
# Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.
# Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
# Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan
# Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
# Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
# Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
# Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
# Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar istri/suami.
# Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
# Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
# Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
# Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
# Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
# Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
# Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
# Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
# Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
# Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
# Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
# Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
# Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
# Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
# Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
# Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
# Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
# Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
# Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.
# Akeh laknat--- Banyak kutukan
# Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
Bersambung ....
Rabu, 21 April 2010
Aku Menggugat Kartini
Hari ini Hari Kartini,
anak-anak sekolah berlalu lalang memakai pakaian tradisional Indonesia,
mereka merayakan kebebasan emansipasi yang didapat Wanita Indonesia pada 106 tahun yang lalu.
Di sekolah-sekolah hingar bingar berita mengenai keberuntungan wanita Indonesia memiliki seorang kartini.
Kalau saja tidak ada Kartini, wanita Indonesia pasti masih terkungkung, tidak boleh sekolah, dipingit di rumah, jadi burung di sangkar emas.
Tapi benarkah demikian?
-------------------------------------------
Maaf kalau aku menggugat,
maaf juga kalau aku katakan itu adalah proses pembohongan publik,
AKu menggugat Kartini,
karena saat sang Putri berjuang untuk sekolah,
Perempuan Indonesia di tempat lain sudah bebas berekspresi dan mengemukakan pendapat.
AKU menggugat kartini,
karena saat sang Putri sedang berjuang agar boleh berbicara atas nama dirinya,
Perempuan Indonesia di tempat lain sudah berdiri sejajar dengan para Pria
Lihat bagaimana Cut Nyak Dhien dan Cut Mutiah menjadi Tokoh penting dalam Perang Aceh, bahkan Nyak Dhien menjadi Panglima disana.
Lihat bagaimana Lopian menjadi Tokoh penting dalam Perang Batak, bahkan dia beberapa kali menjadi penasehat bagi Sisingamangaraja.
Lihat bagaimana Dewi Sartika menjadi pengajar, bahkan pemilik sekolah di Bandung.
Lihat bagaimana Maria Maramis sudah memiliki organisasi PKK sekelas Partai di Minahasa.
Lihat bagaimana Martha Tiahahu sudah menjadi pendamping Panglima Perang Pattimura di Maluku.
Jadi,
emansipasi siapakah yang diperjuangkan Kartini?
emansipasi wanita? wanita yang mana?
Perempuan Indonesia tidak pernah mendapat diskriminasi dalam berkespresi dan berkebebasan pendapat.
Mereka dihargai layaknya pria, meski pendapatnya sering dinomorduakan karena faktor gender yang masih kuat (bahkan hingga saat ini).
Aku menggugat Kartini,
karena kehadirannya justru membuat Perempuan Indonesia dilecehkan, dianggap baru terbebas dari belenggu, hal yang tidak pernah mereka terima dari dahulu.
Aku menggugat Kartini,
karena dia tidak konsisten pada perjuangannya dengan menikahi pria beristri,
perbuatan yang jelas menyakiti hati perempuan lain.
Aku menggugat Kartini,
karena aku cinta Perempuan Indonesia ....
anak-anak sekolah berlalu lalang memakai pakaian tradisional Indonesia,
mereka merayakan kebebasan emansipasi yang didapat Wanita Indonesia pada 106 tahun yang lalu.
Di sekolah-sekolah hingar bingar berita mengenai keberuntungan wanita Indonesia memiliki seorang kartini.
Kalau saja tidak ada Kartini, wanita Indonesia pasti masih terkungkung, tidak boleh sekolah, dipingit di rumah, jadi burung di sangkar emas.
Tapi benarkah demikian?
-------------------------------------------
Maaf kalau aku menggugat,
maaf juga kalau aku katakan itu adalah proses pembohongan publik,
AKu menggugat Kartini,
karena saat sang Putri berjuang untuk sekolah,
Perempuan Indonesia di tempat lain sudah bebas berekspresi dan mengemukakan pendapat.
AKU menggugat kartini,
karena saat sang Putri sedang berjuang agar boleh berbicara atas nama dirinya,
Perempuan Indonesia di tempat lain sudah berdiri sejajar dengan para Pria
Lihat bagaimana Cut Nyak Dhien dan Cut Mutiah menjadi Tokoh penting dalam Perang Aceh, bahkan Nyak Dhien menjadi Panglima disana.
Lihat bagaimana Lopian menjadi Tokoh penting dalam Perang Batak, bahkan dia beberapa kali menjadi penasehat bagi Sisingamangaraja.
Lihat bagaimana Dewi Sartika menjadi pengajar, bahkan pemilik sekolah di Bandung.
Lihat bagaimana Maria Maramis sudah memiliki organisasi PKK sekelas Partai di Minahasa.
Lihat bagaimana Martha Tiahahu sudah menjadi pendamping Panglima Perang Pattimura di Maluku.
Jadi,
emansipasi siapakah yang diperjuangkan Kartini?
emansipasi wanita? wanita yang mana?
Perempuan Indonesia tidak pernah mendapat diskriminasi dalam berkespresi dan berkebebasan pendapat.
Mereka dihargai layaknya pria, meski pendapatnya sering dinomorduakan karena faktor gender yang masih kuat (bahkan hingga saat ini).
Aku menggugat Kartini,
karena kehadirannya justru membuat Perempuan Indonesia dilecehkan, dianggap baru terbebas dari belenggu, hal yang tidak pernah mereka terima dari dahulu.
Aku menggugat Kartini,
karena dia tidak konsisten pada perjuangannya dengan menikahi pria beristri,
perbuatan yang jelas menyakiti hati perempuan lain.
Aku menggugat Kartini,
karena aku cinta Perempuan Indonesia ....
Senin, 12 April 2010
Hari Persahabatan Internasional

Perayaan Hari Persahabatan Internasional berlangsung pada hari pertama Minggu bulan Agustus setiap tahun. Tradisi sebagai didedikasikan sebagai hari untuk menghormati awal pertemanan di Amerika Serikat pada tahun 1935. Secara bertahap perayaan ini menjadi populer di banyak negara dan dirayakan sebagai Hari Persahabatan Internasional. Biasanya pada hari ini orang-orang menghabiskan waktu dengan teman-teman mereka dan menyatakan kasih bagi mereka. Pertukaran Hadiah pada Hari Persahabatan seperti bunga, kartu dan gelang merupakan tradisi populer yang dikembangkan pada hari tersebut
Kongres Amerika Serikat, pada tahun 1935, menyatakan hari Minggu pertama bulan Agustus sebagai Hari Persahabatan Nasional. Sejak itu, perayaan Hari Persahabatan Nasional menjadi acara tahunan.
Setelah popularitas dan keberhasilan Hari Persahabatan di AS, beberapa negara lain mengadopsi tradisi mendedikasikan hari tersebut untuk teman-temannya. Saat ini, Friendship Day adalah perayaan yang ecara antusias dirayakan oleh beberapa negara di seluruh dunia.
Pada tahun 1997, PBB merujuk tokoh kartun bernama Winnie the Pooh sebagai dunia Duta Besar Persahabatan.
Banyak kelompok pertemanan yang ingin saling pertukaran hadiah dan kartu untuk hari ini. Grup Band Persahabatan juga sangat populer di India dan Nepal karena perayaan hari ini. Dengan munculnya situs jejaringan sosial, hari persahabatan juga dirayakan secara online. Namun Komersialisasi perayaan Hari Persahabatan yang berlebihan telah menyebabkan beberapa kelompok menolak hari itu dan mereka disebut sebagai "marketing gimmick"
Obat-obatan Terlarang
1. Candu
Getah tanaman Papaver Somniferum didapat dengan menyadap (menggores) buah yang hendak masak. Getah yang keluar berwarna putih dan dinamai "Lates". Getah ini dibiarkan mengering pada permukaan buah sehingga berwarna coklat kehitaman dan sesudah diolah akan menjadi suatu adonan yang menyerupai aspal lunak.
2. Morfin
Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin merupakan alkaloida utama dari opium ( C17H19NO3 ) . Morfin rasanya pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan.
3. Heroin ( putaw )
Heroin, yang secara farmakologis mirip dengan morfin menyebabkan orang menjadi mengantuk dan perubahan mood yang tidak menentu. Walaupun pembuatan, penjualan dan pemilikan heroin adalah ilegal, tetapi diusahakan heroin tetap tersedia bagi pasien dengan penyakit kanker terminal karena efek analgesik dan euforik-nya yang baik.
4. Morfin
Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. Efek codein lebih lemah daripada heroin, dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih. Cara pemakaiannya ditelan dan disuntikkan.
5. Demerol
Nama lain dari Demerol adalah pethidina. Pemakaiannya dapat ditelan atau dengan suntikan. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna.
6. Methadon
Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Kelas obat tersebut adalah nalaxone (Narcan), naltrxone (Trexan), nalorphine, levalorphane, dan apomorphine. Sejumlah senyawa dengan aktivitas campuran agonis dan antagonis telah disintesis, dan senyawa tersebut adalah pentazocine, butorphanol (Stadol), dan buprenorphine (Buprenex).
7. KOKAIN
Kokain adalah zat yang adiktif yang sering disalahgunakan dan merupakan zat yang sangat berbahaya. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan.
8. ECSTASY
Rumus kimia XTC adalah 3-4-Methylene-Dioxy-Methil-Amphetamine (MDMA). Senyawa ini ditemukan dan mulai dibuat di penghujung akhir abad lalu. Pada kurun waktu tahun 1950-an, industri militer Amerika Serikat mengalami kegagalan didalam percobaan penggunaan MDMA sebagai serum kebenaran. Setelah periode itu, MDMA dipakai oleh para dokter ahli jiwa.
9. SHABU-SHABU
Shabu-shabu berbentuk kristal, biasanya berwarna putih, dan dikonsumsi dengan cara membakarnya di atas aluminium foil sehingga mengalir dari ujung satu ke arah ujung yang lain. Kemudian asap yang ditimbulkannya dihirup dengan sebuah Bong (sejenis pipa yang didalamnya berisi air). Air Bong tersebut berfungsi sebagai filter karena asap tersaring pada waktu melewati air tersebut.
Getah tanaman Papaver Somniferum didapat dengan menyadap (menggores) buah yang hendak masak. Getah yang keluar berwarna putih dan dinamai "Lates". Getah ini dibiarkan mengering pada permukaan buah sehingga berwarna coklat kehitaman dan sesudah diolah akan menjadi suatu adonan yang menyerupai aspal lunak.
2. Morfin
Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin merupakan alkaloida utama dari opium ( C17H19NO3 ) . Morfin rasanya pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan.
3. Heroin ( putaw )
Heroin, yang secara farmakologis mirip dengan morfin menyebabkan orang menjadi mengantuk dan perubahan mood yang tidak menentu. Walaupun pembuatan, penjualan dan pemilikan heroin adalah ilegal, tetapi diusahakan heroin tetap tersedia bagi pasien dengan penyakit kanker terminal karena efek analgesik dan euforik-nya yang baik.
4. Morfin
Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. Efek codein lebih lemah daripada heroin, dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih. Cara pemakaiannya ditelan dan disuntikkan.
5. Demerol
Nama lain dari Demerol adalah pethidina. Pemakaiannya dapat ditelan atau dengan suntikan. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna.
6. Methadon
Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Kelas obat tersebut adalah nalaxone (Narcan), naltrxone (Trexan), nalorphine, levalorphane, dan apomorphine. Sejumlah senyawa dengan aktivitas campuran agonis dan antagonis telah disintesis, dan senyawa tersebut adalah pentazocine, butorphanol (Stadol), dan buprenorphine (Buprenex).
7. KOKAIN
Kokain adalah zat yang adiktif yang sering disalahgunakan dan merupakan zat yang sangat berbahaya. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan.
8. ECSTASY
Rumus kimia XTC adalah 3-4-Methylene-Dioxy-Methil-Amphetamine (MDMA). Senyawa ini ditemukan dan mulai dibuat di penghujung akhir abad lalu. Pada kurun waktu tahun 1950-an, industri militer Amerika Serikat mengalami kegagalan didalam percobaan penggunaan MDMA sebagai serum kebenaran. Setelah periode itu, MDMA dipakai oleh para dokter ahli jiwa.
9. SHABU-SHABU
Shabu-shabu berbentuk kristal, biasanya berwarna putih, dan dikonsumsi dengan cara membakarnya di atas aluminium foil sehingga mengalir dari ujung satu ke arah ujung yang lain. Kemudian asap yang ditimbulkannya dihirup dengan sebuah Bong (sejenis pipa yang didalamnya berisi air). Air Bong tersebut berfungsi sebagai filter karena asap tersaring pada waktu melewati air tersebut.
Jack The Ripper

Jack the Ripper (Jack sang Pencabik) adalah julukan untuk tokoh misterius yang melakukan serangkaian pembunuhan berantai dan mutilasi di Inggris pada abad 19.
Pada 31 Agustus 1888 lewat tengah malam, di distrik East End di kota London, Inggris yang dikenal dengan nama Whitechapel (daerah lampu merah di London) pernah dihebohkan dengan aksi pembunuhan berantai sadis terhadap sejumlah wanita tuna susila. Identitas pelaku pembunuhan hingga kini tidak berhasil diungkap. Polisi hanya tahu bahwa sang pembunuh menjuluki dirinya "Jack the Ripper".
Jack The Ripper tidak meninggalkan bukti satu pun dalam tindakan kriminalnya, pola pembunuhannya pun tidak diketahui, bahkan bisa dibilang acak. Satu-satunya persamaan antara korban-korbannya ialah bahwa mereka adalah wanita tuna susila.
Jack The Ripper membunuh korban-korbannya tanpa ampun. Setelah memotong leher korbannya, kemudian Jack The Ripper memutilasi mereka. Bagaikan bayangan di malam hari, tidak ada seorangpun yang dapat menguak siapakah Jack The Ripper sebenarnya. Walaupun Jack The Ripper "hanya" beraksi lebih kurang satu tahun, korbannya sangat banyak dan telah menjadi legenda sampai sekarang.
Ada juga dugaan kalau pelaku adalah seorang dokter atau setidaknya orang yang mempunyai latar belakang pendidikan kedokteran spesialisasi di bidang operasi bedah karena sayatan-sayatan di tubuh korbannya sangat rapi yang hanya bisa dilakukan menggunakan alat-alat operasi kedokteran yang membutuhkan keahlian khusus.
Identitas Jack the Ripper sampai hari ini masih merupakan misteri; para spekulan memprediksi bahwa Jack the Ripper telah menyebrangi Laut Atlantik dan bermukim di AS setelah pembunuhan-pembunuhan tersebut.
Kamis, 01 April 2010
April Mop (Fools Day)

April Mop yang dikenal dengan April Fools diduga mulai diperingati pada abad ke-16 di Perancis. Ketika itu awal tahun baru jatuh pada tanggal 1 April. Cara merayakannya mirip dengan masa kini. Penuh pesta, dansa-dansi sampai pagi. Pada 1562, Paul Gregory memperkenalkan kalender baru yang tahunnya diawali bulan Januari.
Namun, ada beberapa kalangan yang belum mendengar dan tidak mempercayai perubahan ini. Jadi mereka terus saja memperingati tahun baru pada tanggal 1 April. Orang-orang inilah yang disebut April Fools atau orang-orang yang tertipu di bulan April.
Cerita lain mengatakan bahwa tradisi ini dimulai pada jaman Romawi kuno ketika orang merayakan festival Ceres setiap awal April. Ceres adalah dewi panen yang puterinya diculik Pluto, dewa dunia gaib. Ceres diceritakan mengikuti gema suara teriakan anaknya. Suatu hal yang mustahil karena gema sangat sulit dicari sumber asalnya. Sehingga apa yang dilakukan Ceres disebut ‘a fools errand’ atau pekerjaan orang bodoh.
Kebiasaan membohongi teman dan anggota keluarga ini diduga menyebar dari Perancis ke Inggris dan Skotlandia. Lalu menyeberang ke Amerika ketika orang-orang Eropa beremigrasi ke sana.
Di Perancis sendiri disebut Poisson d’avril atau Ikan April. Mereka percaya ikan kecil ini mudah tertangkap atau tertipu. Di Skotlandia istilahnya April gowk yang beratri burung tekukur yang di sana melambangkan kepolosan. Di Skotlandia malah April Fools Day diperingati selama dua hari. Hari kedua khusus untuk meledek anggota badan dan disebut Taily Day. Jadi hal yang lumrah jika Anda menempelkan tulisan “Kick Me” pada bokong kawan Anda.
Sementara itu April Mop dalam sejarah Muslim Spanyol berawal pada tahun 1487 atau 892 Hijriah. Perayaan April Mop diawali dengan peristiwa penyerangan besar-besaran oleh tentara Salib terhadap negara Spanyol. Pada masa itu Spanyol berada di bawah kekuasaan kekhalifahan Islam.
Beberapa kota di Spanyol yang dikuasai pasukan Islam seperti Zaragoza dan Leon di wilayah Utara, Vigo dan Forto di wilayah Timur, Valencia di wilayah Barat, Lisabon dan Cordoba di Selatan serta Madrid di pusat kota berhasil dikuasai tentara Salib.
Granada adalah kota pelabuhan yang merupakan kota terakhir yang ditaklukkan pasukan Salib. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol yang juga disebut orang Moor terserbut terpaksa berlindung dalam rumah. Pasukan Salib pun terus mengejar mereka. Mereka tahu orang Moor itu bersembunyi di rumah. Pasukan Salib meneriakkan pengumuman dengan lantang bahwa para Muslim Granada dapat keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol.
Namun, orang-orang Muslim masih curiga dengan tawaran tersebut. Beberapa dari mereka diperkenankan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang telah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah mereka yakin bahwa kapal-kapal itu disediakan untuk mereka, maka bersiaplah mereka untuk berangkat meninggalkan Granada.
Pasukan Salib berjanji memberikan kebebasan serta menjamin keselamatan para Muslim jika mereka meninggalkan Spanyol serta persenjataan mereka.
Ketika ribuan orang-orang Muslim telah berkumpul di pelabuhan, kapal-kapal yang bersandar dan sedianya untuk mengangkut mereka langsung dibakar dan orang-orang Muslim itu dibantai hingga air laut menjadi merah kehitam-hitaman bersimbah darah. Peristiwa pembantaian dan pengingkaran janji itu terjadi pada 1 April 1487 dan dikenang sebagai ‘The April Fool Day’.
Demikian berbagai versi sejarah April Mop di dunia. Terserah Anda mau percaya yang mana. Namun, satu hal yang harus kita perhatikan adalah jangan hanya ikut-ikutan ‘merayakan’ April Mop tanpa mengetahui asal-usulnya. Belum lagi dampak yang disebabkan karena begitu ‘percaya’nya pada rutinitas lelucon April Mop. Yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.
Misalnya pada 1 April 1946 terjadi tsunami gempa Pulau Aleutian yang menewaskan 165 orang di Hawaii dan Alaska. Di Hawaii, tsunami ini dikenal dengan ‘Tsunami April Mop’, karena banyaknya orang yang tewas karena tidak percaya berita akan kedatangan tsunami tersebut.
Rabu, 31 Maret 2010
Seorang Anak dan Piano

Seorang ayah yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal. Selang beberapa waktu kemudian,di kota tersebut datang seorang pianis terkenal.
Karena ketenarannya, dalam waktu yang sangat singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya berada di sampingnya.
Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak bisa betah duduk diam terlalu lama,tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.
Ketika lampu gedung mulai di redupkan, sang ayah sangat terkejut menyadari putranya tidak ada disampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut.
Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa rasa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, Twinkle-twinkle Little Star. Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser sudah dimulai tanpa aba-aba lebih dahulu, dia langsung menyorotkan lampunya kearah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan seorang pianis, tapi hanya seorang anak kecil. Sang pianis juga terkejut dan bergegas naik ke panggung.
Melihat semangat anak tersebut, sang pianis tidak jadi marah. Ia tersenyum dan berkata "Teruslah bermain" dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya. Sang pianis lalu duduk disamping anak itu dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.
Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung. Sang anak jadi GR, pikirnya, " Gila, baru belajar sebulan saja aku sudah hebat!"
Ia lupa bahwa yang mendapat sorak sorai penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, yang mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.
Jumat, 26 Maret 2010
Biarkan Aku Mengerti Dirimu
Aku tak mengerti mengapa aku merindumu?
mencemaskanmu dalam setiap deret waktu
meraba imajinasiku untuk menerka
apa yang kau lakukan?
berharap kau sedikit membayangkanku
Jika aku terbuai malam
Apakah kau akan menuai bintang untukku?
Jika aku menanti pagi
Apakah kau akan semaikan embun untukku?
Kubertanya pada Tuhan
Mengapa sepi ini mengulumku?
Merajut benang cinta diantara duka
Mencerca kasih di atas perih ini
Andai rasa ini bukan kesalahan
Apakah Tuhan begitu tega memberiku satu dera lagi?
Andai aku tak menggeret mimpi
Mengapa kau begitu menghantuiku?
Biarkan aku mengerti dirimu
Memahamimu....
Mencintaimu dengan segenap tenagaku
mendekapmu selamanya....
Memilikimu untuk mengarungi hidupku
mencemaskanmu dalam setiap deret waktu
meraba imajinasiku untuk menerka
apa yang kau lakukan?
berharap kau sedikit membayangkanku
Jika aku terbuai malam
Apakah kau akan menuai bintang untukku?
Jika aku menanti pagi
Apakah kau akan semaikan embun untukku?
Kubertanya pada Tuhan
Mengapa sepi ini mengulumku?
Merajut benang cinta diantara duka
Mencerca kasih di atas perih ini
Andai rasa ini bukan kesalahan
Apakah Tuhan begitu tega memberiku satu dera lagi?
Andai aku tak menggeret mimpi
Mengapa kau begitu menghantuiku?
Biarkan aku mengerti dirimu
Memahamimu....
Mencintaimu dengan segenap tenagaku
mendekapmu selamanya....
Memilikimu untuk mengarungi hidupku
Rabu, 24 Maret 2010
My Perfect Friend

My perfect friend holds me tight
My perfect friend kisses me goodnight
My perfect friend loves me for me
My perfect friend wont let me be
My perfect friend wears dark clothes
My perfect friend loves me loads
My perfect friend knows when in sad
My perfect friend isnt scared when im mad
My perfect friend makes me smile
My perfect friend would run a mile
My perfect friend is sweet at heart
My perfect friend is also smart
My perfect friend is really tall
My perfect friend will catch me when i fall
My perfect friend doesnt just look skin deep
My perfect friend is not cheap
My perfect friend is one of a kind
My perfect friend has one wild mind
My perfect friend is in my heart to stay
My perfect friend might be moving away
My perfect friend made me cry
My perfect friend can make me fly
My perfect friend left a tear in my eye
My perfect friend just said his last goodbye
My perfect friend saved my life
My perfect friend helped me battle the knife
My perfect friend is honest and true
My perfect friend just doenst get the clue
My perfect friend doesnt count my wrongs
My perfect friend writes me songs
My perfect friend will skip school
My perfect friend is deffinetly not cruel
My perfect friend is a guy
My perfect friend does not lie
My perfect friend i wished for in the past
My perfect friend is here at last
My perfect friend gives good advice
My perfect friend is so awesome and nice
My perfect friend doesnt get high
My perfect friend i have never seen cry
My perfect friend is so strong
My perfect friend is almost never wrong
My perfect friend is to perfect to say
My perfect friend told me he was moving away
My perfect friend asked if i cried
My perfect friend knows that i lied
My perfect friend is moving away
My perfect friend is in my heart to stay...
Senin, 22 Maret 2010
Mengapa Agama Tak Butuh Dilindungi
Mohamad Guntur Romli
ABRAHAH heran bukan kepalang. Abdul Muthallib, pembesar Mekah yang menemuinya, hanya peduli pada nasib unta yang dirampas penguasa dari negeri Habsyah (Ethiopia) itu, bukan nasib Ka'bah yang hendak dihancurkan. Kata Abrahah, "Mengapa kamu hanya peduli pada dua ratus ekor untamu, tapi tak peduli pada Bait (Ka'bah) yang merupakan agamamu dan agama moyangmu, yang hendak kuhancurkan?" Abdul Muthallib menjawab, "Aku peduli pada nasib unta, karena aku pemiliknya, sedangkan Bait itu punya Pemilik yang akan menjaganya." Inilah sekelumit dialog yang dikisahkan oleh Ibn Hisyam dalam Al-S�rah al-Nabawiyah, satu di antara biografi tentang Nabi Muhammad yang cukup otoritatif.
Kalau zaman sekarang, Abdul Muthallib mungkin akan dituduh egois, pasif, dan "materialistik", hanya peduli pada hartanya, tapi tidak peduli pada agamanya. Namun, di balik sikap itu tersimpan iman Abdul Muthallib yang kuat: bahwa Allah yang menjaga Ka'bah tidak tidur dan akan bertindak. Benar. Setelah itu, datanglah segerombolan burung Ababil yang membawa batu dari neraka dan melempari pasukan gajah Abrahah hingga hancur lebur. Tahun itu dikenal sebagai Tahun Gajah, tahun kelahiran Nabi Muhammad.
l l l
SAAT ini kita sedang menghadapi uji materi di Mahkamah Konstitusi terhadap sebuah undang-undang yang niatnya melindungi agama dari penodaan, yakni Undang-Undang Nomor 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan atau Penodaan Agama. Namun niat tak selalu berbanding lurus dengan kenyataan. UU ini dalam kehidupan sosial malah ikut menyulut konflik. Contohnya dari rekomendasi penting Institute for Culture and Religion Studies (INCReS) dalam "Laporan Kebebasan Beragama 2009 di Jawa Barat", yang mendesak pencabutan UU itu. Secara normatif UU tersebut dianggap "tidak selaras dengan semangat konstitusi yang dengan tegas menjamin hak kebebasan beragama dan/atau berkeyakinan". Melalui UU ini juga ditetapkan pasal 156-a dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang mengatur ancaman sanksi pidana bagi yang dituduh sebagai "penoda agama".
Melalui temuan INCReS, sepanjang 2009 di Jawa Barat terjadi 10 kasus pelanggaran kebebasan beragama yang dilakukan oleh aparatus negara, dan 35 kasus intoleransi dan diskriminasi berdasarkan agama dan keyakinan yang dilakukan oleh organisasi massa garis keras yang memakai "jubah Islam". Dalam aksi-aksi kekerasan ditemukan, UU itu dipakai sebagai dalih pembenar untuk menyesatkan, menyapu, hingga menangkap individu dan kelompok yang dituding menodai agama.
Pertanyaannya: mengapa UU ini dianggap mendesak dan darurat untuk dicabut? Benarkah agama tidak butuh aturan yang melindunginya? Dari temuan yang sangat umum kita mencermati tindakan-tindakan pelanggaran terhadap kebebasan beragama atau berkeyakinan malah berlindung di balik UU ini. Karena itu, dugaan yang mengatakan pencabutan UU ini akan menyebabkan konflik horizontal dalam masyarakat merupakan kekeliruan yang berlawanan dengan fakta sosial. Yang terjadi malah sebaliknya, selama ini konflik horizontal yang beraroma agama menggunakan UU ini-khususnya pasal 156-a-sebagai dalih melakukan penyesatan, kekerasan, penangkapan, dan penghakiman sepihak. Logika sederhananya: kalau tidak ingin konflik horizontal terus terjadi dalam masyarakat, UU Nomor 1/PNPS/1965 dan pasal 156-a itu harus dihapus (mans�kh).
Bagaimana UU tersebut bekerja sebagai pemicu, dalih, dan akhirnya vonis yang mengkriminalkan keyakinan? Pertama, dimulai dengan munculnya dugaan pada kelompok yang memiliki ajaran yang dianggap bertentangan dengan "keyakinan umum". Kelompok ini baik yang ada sejak dulu atau benar-benar baru. Contohnya, Syiah dan Ahmadiyah, yang masuk kelompok lama, sedangkan Lia Eden masuk kategori baru. Nah, dengan memakai UU dan pasal 156-a itu, kelompok tersebut dibidik dari sudut penodaan, bukan melalui sudut perbedaan. Keberadaan kelompok "tersangka" ini tidak lagi dipahami sebagai pihak yang keyakinannya dijamin, tapi bisa diancam sanksi pidana. Inilah tahap pertama bagaimana UU tersebut menyuguhkan cara pandang yang keliru dalam melihat perbedaan ajaran yang sebenarnya lumrah terjadi.
Tahap kedua: sebuah kelompok yang telah diidentifikasi sebagai "kelompok kriminal" dari perspektif keyakinan akan dimusuhi dan diupayakan untuk dilenyapkan. Tahap kedua ini adalah sebuah reaksi tindakan yang ditempuh melalui dua cara: pertama, ormas-ormas garis keras akan menindak langsung kelompok itu. Tindakan ini ilegal dan kriminal, tapi mereka selalu memakai dalih UU yang mengkriminalkan kelompok tersebut. Tak jarang ditambah fatwa untuk memperkuat dugaan kriminal. Kelompok "tersangka" pun dihajar dengan aturan negara dan fatwa agama.
Cara kedua: ormas garis keras tidak melakukan tindakan langsung, tapi menekan aparat pemerintah untuk melakukan tindakan kekerasan. Dalam konteks ini, aparat negara biasanya mengambil sikap yang paling "aman" dan "nyaman", karena ormas garis keras biasanya mengancam akan melakukan tindakan langsung kalau aparat tidak turun. Maka, dalam dugaan aparat, lebih baik menciduk kelompok yang kecil dan lemah daripada melawan ormas yang biasanya datang bergerombol dan tak ragu melakukan kekerasan. Di sini aparat negara bukan pelindung bagi warga negara dan kelompok minoritas, melainkan aparatus ormas garis keras yang mengatasnamakan mayoritas. Maka jangan heran kalau aparat negara menempati posisi tertinggi dalam pelanggaran kebebasan beragama, seperti yang dilaporkan INCReS.
Tahap ketiga: perbedaan agama dan keyakinan itu diseret ke pengadilan, dan ujung-ujungnya vonis pidana bagi terdakwa. Kerap kali saksi ahli yang dihadirkan ke pengadilan adalah mereka yang juga memulai, melaporkan, atau terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap kelompok yang dianggap menyimpang itu.
Saya masih terheran-heran dengan tuntutan bahwa agama harus dilindungi oleh sebuah peraturan dari negara. Bagi saya, tuntutan ini bersumber dari iman yang krisis dan penuh dengan ketakutan: agamanya takut ternoda, rusak, atau bahkan punah. Tuntutan ini berlawanan dengan klaim absolut mereka tentang agama mereka, yang katanya sempurna, abadi, dan tak lekang oleh zaman. Mereka mengakui agama mereka sempurna, tapi tanpa sadar mengakui pula agama mereka bisa dinodai dan dikurangi.
Saya adalah bagian dari umat yang menegaskan bahwa agama, kepercayaan, dan keimanan yang kami miliki tidak akan bisa dinodai oleh siapa pun dan kapan pun. Apalagi agama yang dimaksudkan adalah agama yang telah berusia tak hanya ratusan tapi ribuan tahun, agama yang telah matang, dewasa, dan kenyal menghadapi tantangan.
Saya juga tak menafikan kelompok atau individu seperti cerita Abrahah, yang ingin "memusnahkan" agama. Kadang mereka memiliki alasan yang bisa dimengerti: menurut mereka, sikap permusuhan pada agama muncul karena agama sering disalahgunakan untuk menebarkan kebencian dan kekerasan. Kalau boleh, saya ingin mengambil tamsil agama dengan lautan. Apakah seseorang atau kelompok yang ingin mengencingi lautan berhasil menodai kemurnian lautan?
Untuk menyikapi kelompok atau individu yang berbuat jahat dengan membawa agama, yang bisa ditindak adalah perbuatan mereka, bukan keyakinan mereka. Seseorang yang menyembah batu, atau meyakini barang pusaka atau jimat bertuah, tidak bisa dikriminalkan karena keyakinan itu. Tapi mereka bisa ditangkap kalau memakai batu sembahan, pusaka, dan jimat mereka untuk mencelakakan orang lain.
Bagi saya, episode yang pernah "menodai" lautan dengan "limbah"-nya yang terbesar adalah modernisme. Periode ini dimulai dengan sikap ingkar terhadap apa yang berasal dari (doktrin) agama, yang akhirnya bisa membuktikan bahwa kemajuan bisa lahir tanpa campur tangan formal agama. Pertanyaannya: apakah agama lantas mati? Justru agama berkembang sangat pesat. Agama sebagai spirit tetap berfungsi seperti ulasan Max Weber, yang menyatakan pengaruh etika Protestan dalam kapitalisme, tapi bukan doktrin formal Protestan. Di Amerika kita sering memperoleh laporan tentang kebangkitan Kristen. Dan akhir abad ke-20 hingga awal abad ke-21 sering dipahami sebagai kebangkitan semua agama di dunia, dari agama-agama besar hingga ajaran spiritual.
Agama juga bukan seperti satwa liar yang hutannya telah punah sehingga harus dilindungi. Bukan pula seperti candi, kuil, dan bangunan kuno lainnya yang kehilangan daya sihirnya sehingga tidak dipedulikan, maka perlu dirawat secara khusus dalam "cagar alam" dan "cagar budaya" yang dijamin oleh peraturan. Padahal agama terus hadir dalam kehidupan ini, lembaga-lembaga keagamaan: pendidikan, pesantren, syiar, penerbitan, ormas, film, musik, dan lain-lain semakin tumbuh dan tidak menunjukkan perlunya sebuah "cagar agama". Yang perlu diwaspadai sebenarnya bukan agama yang bisa dinodai atau akan punah, tapi "overdosis" agama yang sering dibawa pada penyebaran kebencian, kekerasan, dan terorisme.
Dari penelusuran sejarah ini bisa disimpulkan, agama tak bisa dinodai dan dibunuh. Rahasia ketahanan agama ini bukan karena ia dijaga oleh undang-undang yang memberikan sanksi pidana kepada kelompok yang dianggap menodainya, melainkan karena diberikan kebebasan kepada umat untuk mengembangkan agamanya dalam pemikiran, perayaan, dan kebudayaan sehingga agama terus langgeng. Agama tak akan punah selama ia mampu bersanding dengan kemaslahatan manusia.
Karena itu, bagi saya, peraturan yang beriktikad-meskipun baik-ingin melindungi agama merupakan kesia-siaan. Bahkan peraturan ini telah dijadikan dalih pelanggaran. Peraturan itu dijadikan pembenaran bagi seorang saudara untuk menikam saudaranya yang lain hanya gara-gara perbedaan agama. Seharusnya peraturan itu lebih ditujukan pada perlindungan manusia yang menganut agama, bukan pada agama yang menurut keyakinan pemeluknya telah dijamin keabadiannya. Seperti Abdul Muthallib, kakek Nabi Muhammad, yang menyerahkan urusan agama (Ka'bah sebagai Bait Allah) kepada Pemiliknya.
ABRAHAH heran bukan kepalang. Abdul Muthallib, pembesar Mekah yang menemuinya, hanya peduli pada nasib unta yang dirampas penguasa dari negeri Habsyah (Ethiopia) itu, bukan nasib Ka'bah yang hendak dihancurkan. Kata Abrahah, "Mengapa kamu hanya peduli pada dua ratus ekor untamu, tapi tak peduli pada Bait (Ka'bah) yang merupakan agamamu dan agama moyangmu, yang hendak kuhancurkan?" Abdul Muthallib menjawab, "Aku peduli pada nasib unta, karena aku pemiliknya, sedangkan Bait itu punya Pemilik yang akan menjaganya." Inilah sekelumit dialog yang dikisahkan oleh Ibn Hisyam dalam Al-S�rah al-Nabawiyah, satu di antara biografi tentang Nabi Muhammad yang cukup otoritatif.
Kalau zaman sekarang, Abdul Muthallib mungkin akan dituduh egois, pasif, dan "materialistik", hanya peduli pada hartanya, tapi tidak peduli pada agamanya. Namun, di balik sikap itu tersimpan iman Abdul Muthallib yang kuat: bahwa Allah yang menjaga Ka'bah tidak tidur dan akan bertindak. Benar. Setelah itu, datanglah segerombolan burung Ababil yang membawa batu dari neraka dan melempari pasukan gajah Abrahah hingga hancur lebur. Tahun itu dikenal sebagai Tahun Gajah, tahun kelahiran Nabi Muhammad.
l l l
SAAT ini kita sedang menghadapi uji materi di Mahkamah Konstitusi terhadap sebuah undang-undang yang niatnya melindungi agama dari penodaan, yakni Undang-Undang Nomor 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan atau Penodaan Agama. Namun niat tak selalu berbanding lurus dengan kenyataan. UU ini dalam kehidupan sosial malah ikut menyulut konflik. Contohnya dari rekomendasi penting Institute for Culture and Religion Studies (INCReS) dalam "Laporan Kebebasan Beragama 2009 di Jawa Barat", yang mendesak pencabutan UU itu. Secara normatif UU tersebut dianggap "tidak selaras dengan semangat konstitusi yang dengan tegas menjamin hak kebebasan beragama dan/atau berkeyakinan". Melalui UU ini juga ditetapkan pasal 156-a dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang mengatur ancaman sanksi pidana bagi yang dituduh sebagai "penoda agama".
Melalui temuan INCReS, sepanjang 2009 di Jawa Barat terjadi 10 kasus pelanggaran kebebasan beragama yang dilakukan oleh aparatus negara, dan 35 kasus intoleransi dan diskriminasi berdasarkan agama dan keyakinan yang dilakukan oleh organisasi massa garis keras yang memakai "jubah Islam". Dalam aksi-aksi kekerasan ditemukan, UU itu dipakai sebagai dalih pembenar untuk menyesatkan, menyapu, hingga menangkap individu dan kelompok yang dituding menodai agama.
Pertanyaannya: mengapa UU ini dianggap mendesak dan darurat untuk dicabut? Benarkah agama tidak butuh aturan yang melindunginya? Dari temuan yang sangat umum kita mencermati tindakan-tindakan pelanggaran terhadap kebebasan beragama atau berkeyakinan malah berlindung di balik UU ini. Karena itu, dugaan yang mengatakan pencabutan UU ini akan menyebabkan konflik horizontal dalam masyarakat merupakan kekeliruan yang berlawanan dengan fakta sosial. Yang terjadi malah sebaliknya, selama ini konflik horizontal yang beraroma agama menggunakan UU ini-khususnya pasal 156-a-sebagai dalih melakukan penyesatan, kekerasan, penangkapan, dan penghakiman sepihak. Logika sederhananya: kalau tidak ingin konflik horizontal terus terjadi dalam masyarakat, UU Nomor 1/PNPS/1965 dan pasal 156-a itu harus dihapus (mans�kh).
Bagaimana UU tersebut bekerja sebagai pemicu, dalih, dan akhirnya vonis yang mengkriminalkan keyakinan? Pertama, dimulai dengan munculnya dugaan pada kelompok yang memiliki ajaran yang dianggap bertentangan dengan "keyakinan umum". Kelompok ini baik yang ada sejak dulu atau benar-benar baru. Contohnya, Syiah dan Ahmadiyah, yang masuk kelompok lama, sedangkan Lia Eden masuk kategori baru. Nah, dengan memakai UU dan pasal 156-a itu, kelompok tersebut dibidik dari sudut penodaan, bukan melalui sudut perbedaan. Keberadaan kelompok "tersangka" ini tidak lagi dipahami sebagai pihak yang keyakinannya dijamin, tapi bisa diancam sanksi pidana. Inilah tahap pertama bagaimana UU tersebut menyuguhkan cara pandang yang keliru dalam melihat perbedaan ajaran yang sebenarnya lumrah terjadi.
Tahap kedua: sebuah kelompok yang telah diidentifikasi sebagai "kelompok kriminal" dari perspektif keyakinan akan dimusuhi dan diupayakan untuk dilenyapkan. Tahap kedua ini adalah sebuah reaksi tindakan yang ditempuh melalui dua cara: pertama, ormas-ormas garis keras akan menindak langsung kelompok itu. Tindakan ini ilegal dan kriminal, tapi mereka selalu memakai dalih UU yang mengkriminalkan kelompok tersebut. Tak jarang ditambah fatwa untuk memperkuat dugaan kriminal. Kelompok "tersangka" pun dihajar dengan aturan negara dan fatwa agama.
Cara kedua: ormas garis keras tidak melakukan tindakan langsung, tapi menekan aparat pemerintah untuk melakukan tindakan kekerasan. Dalam konteks ini, aparat negara biasanya mengambil sikap yang paling "aman" dan "nyaman", karena ormas garis keras biasanya mengancam akan melakukan tindakan langsung kalau aparat tidak turun. Maka, dalam dugaan aparat, lebih baik menciduk kelompok yang kecil dan lemah daripada melawan ormas yang biasanya datang bergerombol dan tak ragu melakukan kekerasan. Di sini aparat negara bukan pelindung bagi warga negara dan kelompok minoritas, melainkan aparatus ormas garis keras yang mengatasnamakan mayoritas. Maka jangan heran kalau aparat negara menempati posisi tertinggi dalam pelanggaran kebebasan beragama, seperti yang dilaporkan INCReS.
Tahap ketiga: perbedaan agama dan keyakinan itu diseret ke pengadilan, dan ujung-ujungnya vonis pidana bagi terdakwa. Kerap kali saksi ahli yang dihadirkan ke pengadilan adalah mereka yang juga memulai, melaporkan, atau terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap kelompok yang dianggap menyimpang itu.
Saya masih terheran-heran dengan tuntutan bahwa agama harus dilindungi oleh sebuah peraturan dari negara. Bagi saya, tuntutan ini bersumber dari iman yang krisis dan penuh dengan ketakutan: agamanya takut ternoda, rusak, atau bahkan punah. Tuntutan ini berlawanan dengan klaim absolut mereka tentang agama mereka, yang katanya sempurna, abadi, dan tak lekang oleh zaman. Mereka mengakui agama mereka sempurna, tapi tanpa sadar mengakui pula agama mereka bisa dinodai dan dikurangi.
Saya adalah bagian dari umat yang menegaskan bahwa agama, kepercayaan, dan keimanan yang kami miliki tidak akan bisa dinodai oleh siapa pun dan kapan pun. Apalagi agama yang dimaksudkan adalah agama yang telah berusia tak hanya ratusan tapi ribuan tahun, agama yang telah matang, dewasa, dan kenyal menghadapi tantangan.
Saya juga tak menafikan kelompok atau individu seperti cerita Abrahah, yang ingin "memusnahkan" agama. Kadang mereka memiliki alasan yang bisa dimengerti: menurut mereka, sikap permusuhan pada agama muncul karena agama sering disalahgunakan untuk menebarkan kebencian dan kekerasan. Kalau boleh, saya ingin mengambil tamsil agama dengan lautan. Apakah seseorang atau kelompok yang ingin mengencingi lautan berhasil menodai kemurnian lautan?
Untuk menyikapi kelompok atau individu yang berbuat jahat dengan membawa agama, yang bisa ditindak adalah perbuatan mereka, bukan keyakinan mereka. Seseorang yang menyembah batu, atau meyakini barang pusaka atau jimat bertuah, tidak bisa dikriminalkan karena keyakinan itu. Tapi mereka bisa ditangkap kalau memakai batu sembahan, pusaka, dan jimat mereka untuk mencelakakan orang lain.
Bagi saya, episode yang pernah "menodai" lautan dengan "limbah"-nya yang terbesar adalah modernisme. Periode ini dimulai dengan sikap ingkar terhadap apa yang berasal dari (doktrin) agama, yang akhirnya bisa membuktikan bahwa kemajuan bisa lahir tanpa campur tangan formal agama. Pertanyaannya: apakah agama lantas mati? Justru agama berkembang sangat pesat. Agama sebagai spirit tetap berfungsi seperti ulasan Max Weber, yang menyatakan pengaruh etika Protestan dalam kapitalisme, tapi bukan doktrin formal Protestan. Di Amerika kita sering memperoleh laporan tentang kebangkitan Kristen. Dan akhir abad ke-20 hingga awal abad ke-21 sering dipahami sebagai kebangkitan semua agama di dunia, dari agama-agama besar hingga ajaran spiritual.
Agama juga bukan seperti satwa liar yang hutannya telah punah sehingga harus dilindungi. Bukan pula seperti candi, kuil, dan bangunan kuno lainnya yang kehilangan daya sihirnya sehingga tidak dipedulikan, maka perlu dirawat secara khusus dalam "cagar alam" dan "cagar budaya" yang dijamin oleh peraturan. Padahal agama terus hadir dalam kehidupan ini, lembaga-lembaga keagamaan: pendidikan, pesantren, syiar, penerbitan, ormas, film, musik, dan lain-lain semakin tumbuh dan tidak menunjukkan perlunya sebuah "cagar agama". Yang perlu diwaspadai sebenarnya bukan agama yang bisa dinodai atau akan punah, tapi "overdosis" agama yang sering dibawa pada penyebaran kebencian, kekerasan, dan terorisme.
Dari penelusuran sejarah ini bisa disimpulkan, agama tak bisa dinodai dan dibunuh. Rahasia ketahanan agama ini bukan karena ia dijaga oleh undang-undang yang memberikan sanksi pidana kepada kelompok yang dianggap menodainya, melainkan karena diberikan kebebasan kepada umat untuk mengembangkan agamanya dalam pemikiran, perayaan, dan kebudayaan sehingga agama terus langgeng. Agama tak akan punah selama ia mampu bersanding dengan kemaslahatan manusia.
Karena itu, bagi saya, peraturan yang beriktikad-meskipun baik-ingin melindungi agama merupakan kesia-siaan. Bahkan peraturan ini telah dijadikan dalih pelanggaran. Peraturan itu dijadikan pembenaran bagi seorang saudara untuk menikam saudaranya yang lain hanya gara-gara perbedaan agama. Seharusnya peraturan itu lebih ditujukan pada perlindungan manusia yang menganut agama, bukan pada agama yang menurut keyakinan pemeluknya telah dijamin keabadiannya. Seperti Abdul Muthallib, kakek Nabi Muhammad, yang menyerahkan urusan agama (Ka'bah sebagai Bait Allah) kepada Pemiliknya.
Rabu, 17 Maret 2010
Manusia Tertua di Dunia
Inilah usia manusia tertua yang pernah tercatat dalam Kitab Perjanjian Lama.
1. Metusalah (969 tahun) - Kejadian 5:27
2. Yared (962 tahun) - Kejadian 5:20
3. Nuh (950 tahun) - Kejadian 9:29
4. Adam (930 tahun) - Kejadian 5:5
5. Set (912 tahun) - Kejadian 5:8
6. Kenan (910 tahun) - Kejadian 5:14
7. Enos (905 tahun) - Kejadian 5:11
8. Mahalaleel (895tahun) - Kejadian 5 :17
1. Metusalah (969 tahun) - Kejadian 5:27
2. Yared (962 tahun) - Kejadian 5:20
3. Nuh (950 tahun) - Kejadian 9:29
4. Adam (930 tahun) - Kejadian 5:5
5. Set (912 tahun) - Kejadian 5:8
6. Kenan (910 tahun) - Kejadian 5:14
7. Enos (905 tahun) - Kejadian 5:11
8. Mahalaleel (895tahun) - Kejadian 5 :17
Kamis, 11 Maret 2010
Mata-Hari, Pelacur terhebat sepanjang masa (4) - selesai

Pada 13 Pebruari Albert Priole, komandan polisi mengetuk pintu kamar hotel,tempat Margarethe menginap. Polisi itu membawa surat perintah penahanan dantertulis: Madame Zelle, Margarethe dengan nama Mata Hari, beragama kristen protestan, lahir di Belanda 7 Agustus 1876, tinggi 1,75, bisa baca tulis telah dinyatakan terdakwa sebagai spion yang menyebarkan berita ke musuh.
Margarethe resmi menjadi tahanan di Palais de Justice. dibawah pengawasan kapten Pierre Bouchardon. Kapten Bouchardon terus mempelajari dokumen yang dikirim dari kantor Ladoux.
Margarethe dikeluarkan dari sel untuk dilakukan pemeriksaan. Kesibukan pemeriksaan makin ditingkatkan, kasus per kasus yang telah terlewati dipertanyakan langsung pada Margarethe. Hasil pemeriksaan, sangat diragukan loyalitas Margarethe sebagai spion Perancis. Dia dituduh berbohong dan jelas terbukti sebagai spion Jerman. Margarethe mengelak dan justru mengaku bekerja untuk Ladoux. Buktinya dia sudah mengirim berita penting dari Madrid. Dalam pemeriksaan Ladoux tidak ada di tempat. Margarethe meminta menghadirkan Ladoux. Pada 10 April pihak kepolisian menyerahkan bukti pemeriksaan pada zat-zat kimia yang dipakai Margarethe. Sebuah botol tinta bertuliskan: Beracun, ternyata sebuah tinta tanpa warna itu dari bahan kwalitas terbaik. Ketika temuan polisi itu diutarakan Margarethe oleh Bouchardon. Margarethe mengelak, dia mengaku memesan di Spanyol.
Pada 25 Juli 1917 sebuah sidang tertutup digelar dengan penjagaan ekstra ketat. Beberapa saksi dan pejabat militer perang hadir. Oleh hakim pengadilan perang, Margarethe disodorkan delapan pertanyaan. Dan Margarethe dinyatakan terbukti bersalah sebagai spion Jerman. Untuk itu pengadilan perang Perancis menjatuhkan hukuman mati pada Margarethe.
Pelaksanaan hukuman mati pada Senin, 15 Oktober 1917 di Bois de Vincennes, bagian timur kota Paris. 12 resimen artileri siap dengan senapan di sebuah pagi yang dingin dan berkabut.
Sedang usia semua tentara tersebut masih muda, sekitar 20 tahun. Sehari setelah pelaksanaan eksekusi, tepatnya pada Selasa, 16 Oktober 1917, berbagai media internasional memberitakan. The Time memberitakan penari Mata Hari telah dihukum tembak. Daily Express, juga melangsir berita dengan judul Spion cantik Mata Hari dihukum mati. New York Times menulis, penari dan petualang Mata Hari dijatuhi hukuman mati. Dia diambil dari penjara St.Lazare dan dibawa ke Vincennes untuk dihadapkan regu tembak.
Le Figoro mengabarkan, spion Mata Hari dihukum mati dan mayatnya dikubur di kuburan Vincennes. Dua tahun kemudian Jeanne-Louise, anak perempuan Mata Hari yang sedang menginjak usia 21 tahun meninggal dunia akibat pendarahan di otak.
.. selesai ..
Mata-Hari, Pelacur terhebat sepanjang masa (3)

Pada suatu kesempatan Margarethe mengungkapkan: Suatu malam bulan Mei 1916 di Den Haag aku didatangi seseorang yang bernama Karl Kramer. Kramer memberitahu tentang hubungannya dengan Perancis. Dan dia tanya aku, apakah kiranya aku bisa sedikit berbuat yang bisa membuat senang bangsa Jerman? Margarethe menirukan tawaran Kramer: Kalau kamu bisa bantu, aku gembira dan aku sediakan bayaran sebanyak 20.000 Franc.
Mendengar tawaran uang, Margarethe terpikat. Namun dia butuh beberapa hari untuk mempertimbangkan. Bagi Margarethe tidaklah teramat sulit, karena dia sudah terbiasa berbuat naif dan menjalani liku-liku dengan berbagai kalangan elit. Margarethe mengajukan usulan, seandainya dirinya bisa berbuat lebih, bisakah ditambah bayarannya? Dan Kramer menyetujui.
Akhirnya dia menulis surat jawaban ke Kramer, kalau dirinya sanggup menerima tawaran. Betapa senang Kramer, dia cepat-cepat mendatangi rumah Margarethe sambil membawa uang kontan 20.000 Franc. Kramer juga membawa peralatan tulis rahasia berupa tiga botol tinta. Dua botol diantaranya berupa tinta tanpa warna. Sedang sebuah botol berisi tinta berwarna biru kehijauan. Cairan di botol pertama berfungsi untuk melembabkan kertas. Cairan botol kedua untuk menulis berita dan cairan di botol ketiga untuk menghapus. Margarethe tampak heran dengan peralatan rahasia itu. Tapi dia mempercayai Kramer. Tak hanya di situ persiapan sebagai agen ata-mata. Namun ada sandi khusus yang harus dipakai Margarethe yaitu sandi nomor: H21. Sandi nomor itu harus ditulis sebagai tanda tangan. Dan semua beritaharus dikirim ke alamat Hotel de l`Europe di Amsterdam.
Lalu Margarethe dikirim ke Paris, untuk mengirim berita-berita yang penting. Tapi Margarethe tak tahu apa-apa tentang tugas yang akan dilakukan. Memang antara dunia spionase dan seks sangat erat. Orang-orang yang penting posisinya dan intelek sekalipun tetap akan bertekuk lutut di atas ranjang. Di Paris petualangan cinta Margarethe dimulai lagi. Kali ini dengan seorang perwira muda Rusia bernama Vadime de Masloff. Pada suatu malam ulang tahun Margarethe yang ke 40 itu, pemuda Vadime bercinta di kamar Grand Hotel.
Vadime usianya 20 tahun lebih muda dari Margarethe. Bahkan Margarethe berujar, selama hidupnya dia hanya bercinta dengan para perwira. Suatu hari sebuah musibah menimpa pada Vadime. Sebuah granat meledak dan melukai wajah serta leher Vadime dan terkena asap gas beracun. Dia harus dirawat di rumah sakit tentara. Margarethe cemas dan bermaksud ingin mengunjungi Vadime di rumah sakit. Namun diperlukan surat khusus dari sebuah kantor kementerian perang di Boulevard St.Germain. Tak tahunya di kantor itu juga dipakai sebagai kantor agen spion Perancis. Di sebuah tangga gedung itu, secara kebetulan Margarethe berpapasan dengan kapten George Ladoux. Hubungan antara Margarethe dan Ladoux makin dekat.
Makin diketahui, kalau Ladoux sebenarnya ketua spion Perancis. Margarethe ditawari, untuk bekerja sebagai spion untuk Perancis. Ladoux menanyakan berapa gaji yang diminta? Bayangan Margarethe melambung tinggi, utamanya mencita-citakan hidup di masa depan dengan pacar terbarunya Vadime. Satu Juta Franc, jawab Margarethe. Ladoux mempertimbangkannya , karena gaji sejumlah itu sama dengan gaji untuk 12 spion paling handal. Namun Ladoux mencurigai, kalau Margarethe sebenarnya adalah spion untuk Jerman. Mendengar permintaan gaji yang kurang ditanggapi Ladoux, maka Margarethe mencoba meyakinkan lagi. Kalau dirinya juga kenal orang penting di Jerman bernama Kramer. Telinga Ladoux hampir pecah mendengar nama Kramer. Karena memang dia orang penting Jerman.
Dari sini Ladoux makin yakin, kalau Margarethe benar-benar spion Jerman. Dan Margarethe mencoba akan menjadi double agen. Ladoux tidak mau mengambil resiko lebih jauh. Dia tak menyanggupi membayar satu juta Franc.
...................... bersambung .............
Langganan:
Postingan (Atom)
